Larangan Berkurban

now browsing by tag

 
 

Beberapa Larangan Bagi Orang yang Ingin Berkurban

Patuhi Larangan Berkuban Akan Menjadi Sah Kurbannya

Larangan Berkurban—Pada bulan-bulan Hijriyah, pada saat ini masih berada di waktu Bulan Dzulqo’dah. Dimana pada bulan ini juga sudah masuk ke dalam bulan Haji untuk orang-orang yang menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci. Khusus orang-orang di Indonesia juga sudah berangkat dari awal-awal Bulan Dzulqo’dah atau Bulan Agustus ini setelah melakukan beberapa persiapan berangkat Haji terutama manasik Haji atau berlatih seolah-olah sudah menjalani ibadah Haji di Tanah Suci dengan melaksanakan rangkaian ibadah Haji secara lengkap beserta dengan do’a-do’anya mulai dari niat ihram hingga tahallul. Suatu yang sangat membahagiakan tentunya karena dapat menunaikan ibadah Haji yang termasuk ke dalam rukun Islam yang kelima tersebut. Siapa yang tidak menginginkan pergi ke Tanah Suci dengan melakukan serangkaian kegiatan ibadah Haji? Tentunya semua orang dipastikan sangat menginginkan hal tersebut bukan? Nah, bila ada kesempatan dalam menunaikan ibadah Haji tersebutlah jangan sampai disia-siakan oleh kita sebagai umat Muslim dan Muslimah. Jadi harus total dalam menunaikan ibadah Hajinya agar menjadi Haji yang mabruroh.

Setelah adanya Bulan Dzulqo’dah, terdapat Bulan Dzulhijah. Dimana pada tanggal 1 Dzulhijah tersebutlah orang-orang yang menunaikan ibadah Haji akan menyembelih hewan qurban. Sama halnya seperti orang yang tidak menunaikan ibadah haji. Boleh berkurban dan boleh juga tidak. Berkurban bagi orang yang belum mampu, tidak terlalu dipaksakan. Pada saat berkurban, ada Larangan Berkurban yang harus dipatuhi agar ibadah kurbannya lengkap syaratnya dan menjadi sah ibadah kurbannya. Apakah Larangan Berkurban yang diterapkan bagi orang yang ingin menunaikan ibadah kurban? Berikut ulasan sebuah hadits yang menerangkan Larangan Berkurban.

Hadits yang Menerangkan Larangan Berkurban

Hadits tentang Larangan Berkurban ini mungkin hanya diketahui bagi orang yang baru ingin berkurban saja, namun sebagai orang Islam agar bertambah ilmunya haruslah belajar lebih banyak mengenai peraturan yang berkaitan dengan Agama Islam seperti mengetahui Larangan Berkurban ini, meski belum dapat berkuban di tahun ini atau belum memiliki niat. Semoga bila sudah ada niat, dapat mewujudkan segera niat kurbannya. Aamiin Ya.. Robba’alamiin.. Adanya Larangan Berkurban, banyak haditsnya, diantaranya yakni yang artinya : Dari Ummu Salamah, Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda : “Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak dikurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (Hadits Riwayat Muslim 5236, Abu Daud 2793, dan yang lainnya)”.

Adapun hadits lain yang menerangkan tentang Larangan Berkurban yakni yang artinya : Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda : “Jika kalian melihat hilal Dzulhijah (Maksudnya : Telah memasuki 1 Dzulhijah) dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya” (Hadits Riwayat Muslim No. 1977). Maksud dari Larangan Berkurban diatas adalah berlaku hanya bagi yang berkurban, tidak berlaku bagi anggota keluarga, maka mulai dari 1 Dzulhijah hingga hewan kurban disembelih tidak boleh memotong rambut kepala, jenggot, kumis, bulu ketiak, bulu kemaluan dan bulu lainnya di tubuh. Begitu pula untuk kuku tangan dan kuku kaki.

Ikuti ibadah umroh di Tanah Suci dengan biaya murah dan fasilitas mewah hanya di program Umroh Desember tahun ini!

Bagaimana Larangan Berkurban Bila Mewakilkan Kurban?

Adapun kurban yang di atas namakan orang lain, maka orang tersebut tidak perlu mengamalkan hadits Larangan Berkurban di atas; karena tidak ada riwayat yang menjelaskan hal tersebut. Orang yang berkurban tidak dinamakan muhrim, karena definisi muhrim adalah orang yang sedang berihram haji atau umrah atau haji dan umrah secara bersamaan”. (Fatawa Lajnah Daimah: 11/397-398)